Published On: Sun, Jan 29th, 2012

“LILIN”

Share This
Tags


Sekali aku pernah menjamahmu, berjalan-jalan di sepanjang ruang hatimu yang terasa begitu lapang dan hangat. Rasa nyaman yang begitu luar biasa mengguyurku.

Beberapa orang pernah memintaku untuk mendefinisikan dirimu, tentu saja aku tak sanggup menjawab, sebab kau memang teramat rumit.

Aku ingin memperlihatkan kepada mereka potret dirimu, tapi aku begitu yakin, kau bukan hanya sekedar apa yang bisa dilihat lewat sehelai kertas bergambar.

Lalu aku ingin menulismu, tapi aku sadar, kau yang sesungguhnya tidak terkatakan. Jika aku berpikir akan mampu menulismu, sesungguhnya kau bukan kata-kata.

Ku kira aku akan bisa menghitungmu, ternyata kau bukan angka. Lalu aku coba mendengarmu, dan melukismu, tapi kau bukan musik ataupun objek seni.

Lalu bagaimana sesungguhnya kau terlihat dimataku?

Aku ingin bilang, awalnya aku pikir kau sebuah cermin, sebab kau pernah memantulkan diriku, seperti setiap saat ketika aku menghadap kepada benda reflektif itu. Sejenak itu membuatku memiliki diriku yang lain, aku tidak kesepian.

Tapi aku lalu tersadar, kau tidak sepenuhnya seperti itu, kau tidak begitu rapuh dan mudah pecah juga tak selalu memantulkan gambar diriku.

Satu ketika kau terlihat begitu berbeda, panas seperti api dan kadang begitu dingin seperti sebongkah es. Tapi kau juga bukan salah satu diantaranya.

Ohya,aku rasa kau lebih mirip seperti sebatang lilin. Tampak bukan apa-apa sebelum ada gelap, dan saat gelap disekitarku, kau memintaku menyalakanmu.

Saat itu juga kau akan membuat sebuah lingkaran cahaya yang hangat di sekitarku, kau meliuk serupa penari, dan membuat bayangan diriku, kemudian aku terbebas dari rasa takut dan sepi. Yah, kau lebih mirip sebatang lilin menerangi, menghibur, menemani dan menghangatkan, bahkan saat dirimu sendiri luruh terbakar.

Kau menjadi satu-satunya cahaya saat yang lainnya memilih untuk padam.

 

by Yull Yuriko Kirei-Palu on Saturday, January 14, 2012 at 3:29am

Dedicated to: “Lilinku”

_Terima kasih untuk tetap menyala saat cahaya lainnya padam_

Bagaimana Pendapat Anda...?

Note: Mohon tidak membuat spam. Terima Kasih Anda Telah Menyumbangkan Pendapat

Twitter Updates

    Switch to our mobile site